Cerpen 2 (Surat Terakhir untuk Bunda)
Surat Terakhir untuk Bunda Oleh : Desiva Melanie I. (IX-J) Melangkah setapak demi setapak bersamaan, sambil menikmati suguhan pemandangan pagi yang menyegarkan mata. Burung-burung menari diatas langit biru. Pohon-pohon meliuk-liuk kesana kemari mengikuti pola irama angin. Bersenandung ria dan menyapa orang sekitar. Aku pergi kesebuah tempat, dimana tempat itu sering sekali aku kunjungi. Bangunan kecil diatas pohon yang terbuat dari kayu, tempat tujuan yang sekarang sudah didepan mataku. Aku tersenyum tipis, ini adalah rumah pohon yang aku buat beberapa tahun lalu bersama temanku, Delissa. Perkenalkan, namaku Kaluna. Nenek menyebutku istimewa, karena aku berbeda dengan yang lainnya. Sejak usia ku menginjak empat tahun, aku hanya tinggal bersama nenek dan adikku. Namanya Benn, ia berusia 12 tahun. Dia adik sepupuku satu-satunya. Orang tuanya meninggal tiga tahun lalu karena kecelakaan. Sedangkan orang tuaku? Entahlah. Mereka masih hidup, tetapi aku tidak pernah tahu kabar mereka l...